Selasa, 21 Februari 2012 - 16:15:03 WIBTNP2K Menerima PPLS 2011 BPS sebagai Basis Data Terpadu Untuk Program Perlindungan Sosial
Diposting oleh : Ridho
Kategori: Berita Umum - Dibaca: 87 kali

PPLS 2011 merupakan pendataan yang dilakukan BPS selama 6 bulan, sejak Juli 2011 hingga Desember 2011 hingga menghasilkan Basis Data Terpadu. Proses pendataan itu telah melibatkan 120.000 petugas pencacah di lapangan. Data yang dihimpun sekitar 96,7 juta jiwa penduduk Indonesia atau sekitar 25,2 juta rumah tangga miskin yang menjadi target program perlindungan sosial.
Basis Data Terpadu yang merupakan hasil akhir dari PPLS itu dirasakan cukup lengkap karena telah berisi tentang identifikasi rumah tangga sangat miskin yang memiliki anak usia balita atau memiliki anak usia SD/SMP untuk calon peserta Program Keluarga Harapan, identifikasi individu sampai tingkat kesejahteraan tertentu untuk Program Jaminan Kesehatan Masyarakat, identifikasi perempuan usia subur per daerah untuk efektivitas program bantuan kontrasepsi, sampai dengan identifikasi anak usia sekolah yang bekerja untuk program pengurangan pekerja anak. Sehingga diharapkan Basis Data Terpadu itiu bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki sasaran penerima program penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial lebih akurat.
Dalam sambutannya, Wakil Presiden Boediono berharap agar data ini dapat digunakan secara optimal. BDT dapat mendukung berbagai program perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah pusat maupun daerah. Dengan demikian, kementerian, lembaga dan pemerintah daerah penyelenggara program dapat berkonsentrasi pada perbaikan kualitas program karena sasarannya sudah jelas.
Namun Wapres berpesan jangan sampai ada penyalahgunaan data ini. “TNP2K yang mengatur penggunaan data dengan kementerian dan lembaga untuk keperluan kemanusiaan dan program pemerinah. Bukan untuk marketing” kata Wapres.
Wapres juga menilai bahwa dengan tersedianya data ini merupakan sebuah terobosan besar dalam mengidentikasi penduduk miskin secara lebih akurat. TNP2K akan mampu mengidentifikasi penduduk miskin yang menjadi target penanggulangan kemiskinan secara lebih tajam. Penentuan sasaran yang lebih tajam sangat menentukan keberhasilan program penanggulangan kemiskinan dan meningkatkan efektifitasnya secara signifikan.
Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto dalam sambutannya mengatakan bahwa TNP2K membuka akses seluas-luasnya pada pemanfaatan Basis Data Terpadu ini. Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah dapat menghubungi Sekretariat TNP2K untuk mendapatkan data ini. Sekretariat TNP2K akan menyediakan daftar nama dan alamat individu, keluarga, atau rumah tangga sasaran program. Sekretariat TNP2K tidak memungut biaya untuk penyediaan data tersebut.
(sumber: http://tnp2k.go.id/component/k2/item/517-bdt-terobosan-besar-identifikasi-penduduk-miskin.html )

- 7 Manfaat Buah Blackberry Untuk Kesehatan
- Sel Tenaga Surya: Tahan Lama dan Ramah Lingkungan
- Subhanallah..Janin pun Bersujud Ketika Dibacakan Qur'an
- Pembunuhan Berantai, Polisi Cek Kejiwaan Mujiono
- Jika Bandel, FPI Akan Dibekukan
Tuliskan Komentar Anda :











Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online